Senin, 26 Maret 2012

FADEL MUHAMMAD


 StrategYg Baik Mampu Menciptakan Pasar Bisnis

Modal Fadel dalam berusaha adalah haqqul yakin, keyakinan kuat. Tantangan itu bukan hambatan, kalau dihadapi dengan ulet dan tekun, serta kerja keras, tidak ada masalah. Selalu ada problem solving. Salah satu yang paling tidak disukai Fadel adalah, bila ada temannya yang tidak mau berusaha mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya sendiri atau problem yang dihadapi bersama.  Allah tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang itu sendiri tidak berusaha merubahnya,  (Fadel Muhammad).
Fadel selalu berfikir, kalau orang lain bisa kenapa kita tidak. Ia memang punya watak selalu ingin maju.
Sebagai contoh, ketika Bukaka membuat mesin asphalt sprayer (aspal semprot). Percobaan-percobaan di bengkel Bukaka itu selalu gagal. Hasil yang keluar dari mesin adalah bubur, bukan aspal. Fadel penasaran. Mesin yang dikerjakan berhari-hari itu dibongkar. Lalu ketahuan bahwa komponen magnet dan motornya nggak jalan. Begitu komponennya diganti, bagus hasilnya. Bagi Fadel dkk, selama masih bisa dicoba nggak ada kata menyerah.
Fadel berprinsip Man jadda wa jadda  siapa yang berusaha akan berhasil juga akhirnya. Tetapi semua itu ada
batasnya. Kalau semua cara sudah dicoba, masih mentok juga, apa boleh buat, tidak perlu kecewa, Tawakal kepada Allah SWT, ujar Fadel yang menunaikan hajinya tahun 1989.
Keberhasilan seseorang menurut Fadel, disamping kerja keras dan terus menerus, sangat tergantung pada, pertama, kemampuan diri sendiri. Kedua, kesempatan untuk mengembangkan diri. Ketika, strategi untuk mencapai keberhasilan.
Menurut Fadel, setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pengusaha. Yang penting, asal mau berusaha
mengasah potensi itu. Tetapi tidak setiap orang berpotensi, mendapatkan kesempatan mengembangkan potensinya. Untuk mendapatkan kesempatan ini, jelas dibutuhkan strategi yang tepat. Strategi inilah yang akan menentukan, apakah seseorang akan menjadi  risk taker  (pengambil risiko), atau  risk orderer (pengatur risiko).
Perbedaan yang tajam antara kedua tipe pengusaha ini adalah: Seorang risk   taker cenderung untuk berspekulasi. Tanpa memperhitungkan secara cermat, ia mencoba setiap kemungkingan. Seorang risk-
orderer akan memperhitungkan risiko terkecil sekalipun, terhadap rencana-rencananya. Sesuai dengan prinsip dasar ekonomi.
Menurut Fadel kesuksesan seseorang tergantung pada kemauannya yang kuat, rasa percaya diri yang tinggi, dan kemampuannya menghitung risiko. Kemauan akan mendorong kegigihan untuk berusaha. Hal ini mempengaruhi dan dipengaruhi oleh empat hal yaitu, Pertama, Orang tua, terutama ibu sebagai pendidik masa awal. Kedua, pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan agama. Ketiga, lingkungan, dan keberuntungan atas kemampuan membaca kesempatan, Keempat
Rasa percaya diri menurut Fadel, dipengaruhi oleh diberikannya kesempatan untuk maju, sehingga menyadari
potensi diri yang sebenarnya. Sedangkan kemampuan menghitung risiko dipengaruhi oleh:
a. Tingkat kesabaran usaha yang tinggi
b. Perenungan yang mendalam, sehingga ide itu dapat mengkristal dalam pikiran. Jangan cepat bosanlah. Syarat-syarat di atas merupakan persiapan mental seorang pengusaha pemula untuk mencapai kematangan. Untuk itu harus ada tiga fase yang dilalui yaitu:
1. Fase New Venture (awal)   tingkatan penemuan ide dan pelaksanaan ide itu sendiri.
2. Fase Puberty  Masa pencarian identitas usaha yang mampan
3. Fase Mature (propesional)   Sudah matang dan mampu mendatangkan keuntungan.
Tingkatan-tingkatan tersebut harus dilalui secara berurutan. Tidak boleh melompat-lompat. Falsafah utamanya adalah: Jangan dulu memperbesar usaha, sebelum dasar usaha   yang menjadi tulang punggung perusahaan  diperkuat. Maka jangan heran kalau pabrik Bukaka sampai sekarang tidak nampak mentereng. Sebab yang dipentingkan adalah kekuatan pabrik itu sendiri, baik peralatannya yang lengkap maupun sumber daya manusianya,  tutur Fadel.
Kini, Fadel telah mencapai sukses. Ia mampu menafkahi ibu dan saudara-saudaranya, setelah ayahnya

meninggal tahun 1988. ia pun sudah memiliki keluarga yang sejahtera. Apalagi yang ia cita-citakan?  Saya ingin mempekerjakan lebih banyak orang. Ingin membagi keberhasilan ini kepada orang lain. Disamping itu, saya ingin agar Today is better than yesterday  hari ini lebih baik dari hari kemarin,  ujarnya.
Fadel memang punya nilai di mata bangsa kita. Dengan modal rasa percaya diri yang kuat plus semangat yanga keras, Fadel menjadi salah seorang Putra Indonesia yang mampu menjadi kebanggaan bangsanya.

Masih otak-atik

Semalaman (27/03/20120), saya mengotak-atik cara memasukkan menu keblog ini susahnya minta ampun.
Sampai-sampai harus tidur jam 3 subuh, walhasil masih null putul (bahasa jawa) juga.
Semoga ketekunan mengelola blog walaupun kecil-kecilan, bisa menghasilkan blog yang bagus.
Terkadang masih bingung juga sama isi konten yang ingin dimasukkan, mungkin kedepannya bisa dapat ide-ide yang bagus untuk postingan di blog ini,
Semangat semuanya hari ini,

ICE BREAKING TANKER (draft)


Hendra Saputra
Hendrasaputra_utm@ymail.com
Postgraduate student of Mechanical Engineering (Marine Technology), Universiti Teknologi Malaysia (UTM)
2012
(this paper is draft only and use for personal only)


I.      INTRODUCTION
An icebreaker is a special-purpose ship or boat designed to move and navigate through ice-covered waters, the term usually refers to ice-breaking ships. For a ship to be considered an icebreaker, it requires three traits most normal ships lack: a strengthened hull, an ice-clearing shape, and the power to push through ice-covered waters.
Icebreaking  ships  have  become  a  specialized  niche  within  naval architecture and shipbuilding over the last one hundred years. These ships have typically fallen into the categories of either transportation or  support  for  navigation  and  offshore  oil  operation.  Within  the support category, the ships typically have large propulsion systems in relation to their overall dimensions, similar to a tug. Manoeuvrability for this type of ship is an important criterion, as they have to operate in  close  proximity  to  other  ships  or  fixed  installations,  but  their transportation capacity is limited. Ships in this category are typically government-operated  icebreakers  or   commercial  offshore  supply ships (Kim, 2004).
Icebreakers are needed to keep trade routes open where there are either seasonal or permanent ice conditions. According to the globalsecurity (2011), an icebreaker is intended to break ice in order to escort merchant vessels, do ice management or carry out some other special task in ice. Usually these kinds of vessels are pure icebreakers, ice breaking supply vessels or cruise ships (modified usually from icebreakers). The operation of icebreakers to support maritime trade is usually included in the infrastructure given by the port state (i.e. Finlandia, Swedia, Latvia, Denmark, USA, Canada, Japan, Rusia and other several port state). Icebreaker ships are used to assit merchant ships operating in ice area must pay the cost of assists is quite expensive. The icebreaker which is assist merchant ship in Northen Sea Route (NSR), Niini et al (2006) mention that traditionally the costs of icebreakers and icebreaking have been funded by governments, and shipowners have been charged only on the actual assistance, when their ships have been in troubles with ice, and icebreaker has been called for help. That resulted in situation where ice icebreaker assistance was expensive, but use of the fairways was free or cheap. In addition, Ardev (1999) also mentioned that cost for icebreaker support (assist) more than 20% of total transport costs. Due to the inherent cost of the practice (icebreakers used to assist ships navigation), ice breaking tankers and other concepts were developed (Kumar, 2008).


Rabu, 23 November 2011

Nonton Bareng Ind vs Malaysia sea games 2011, di Malaysia

Ini pengalaman pertama sekali berada dinegeri tetangga, Johor, Malaysia. Sebenarnya Johor gak jauh-jauh amat dari rumah asliku di Indonesia, Kijang, bahkan lebih jauh ke Surabaya dibanding keJohor, tapi prestis sebagai istilah "luar negeri" lebih kerasa disini, dibanding Surabaya walau berbeda jarak.

Senin, 14 November 2011

Memulai blog hari ini by Hendra Saputra


Hari ini Senin, tanggal 14 November 2011 saya memulai untuk membuat blog, catatan kecil sehari-hari yang mungkin tidak bisa saya ingat selalu dalam memori, semoga blog menjadi tools untuk mulai membagi pengalaman, share kegiatan sehari-hari yang tentunya positive dan bermanfaat. Saat ini penulis menyandang status mahasiswa postgraduate di salah satu universitas di Johor, yaitu Universitas Teknologi Malaysia (UTM) Malaysia. Baru memulai perkuliahan disemester satunya, tepat 2 bulan setelah keberangkatan pertamanya menginjak kampus besar ini pada 14 september 2011 yang lalu. Suatu keberuntungan luar biasa buat saya bisa melanjutkan studi Master saya disini, padahal secara finansial saya tidak akan pernah sanggup untuk melanjutkan sekolah, tapi itulah kebesaran Allah. Terima kasih yang sangat besar saya ucapkan pada pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah menjadi sponsor tunggal saya dalam masa studi yang InsyaAllah akan berlanjut selama 2 tahun kedepan. Semangat dan keberuntungan ini semoga bisa menjadi motivasi bagi pembaca, bahwa sebenarnya sekolah tidak hanya bagi yang mampu, kita yang berada pada ekonomi lemah pun tetap bisa, yang harus dilakukan pertama adalah doa dan selanjutnya usaha. Usaha bagi kita yang kurang mampu haruslah lebih besar dan kuat serta sabar dibanding dengan mereka yang mampu secara finansial. mencari beasiswa adalah salah satu solusinya. Banyak dari kita terutama siswa selalu "kalah sebelum berperang", terkadang terbersit dalah hatinya "mana mungkin saya dapat beasiswa", and so on.
Padahal sebenarnya, selama insan mau berusaha, jalan pasti ada. Ini sudah dialami penulis selama perjalanan hidupnya sebagai pelajar (mahasiswa), dimulai dari awal jenjang sarjana, mengalami hal sama seperti saat ini, seorang anak pulau dari orang tua seorang guru SD yang bisa menamatkan pendidikan S1 nya di Pulau jawa (ITS-Surabaya) yang sebelumnya tidak pernah dia bayangkan bisa melangkan kakinya kesana, tapi saat masih duduk dibangku SMA, dia selalu berharap bisa melanjutkan studi Sarjana diluar dari daerahnya (Bintan) walaupun dia tau itu tidak mungkin karena secara finansial dia bukanlah anak yang mampu. Hanya satu, semangat dan usaha, selama kita mau berusaha akan ada penilaian "faktor manusia" dari orang disekelling kita. Percayalah, selama kita mau berdoa dan berusaha, jalan itu akan ada, karena doa dan usaha adalah jalan terang menuju impian-impian kita.